2018-08-15

Mimpi Buruk Bagi Yang Gemar Berolahraga

Definisi

Mungkin sebagian besar dari kita masih terdengar asing dengan istilah ACL, namun demikian cedera pada ACL cukup menentukan fungsi sendi lutut terutama bila digunakan untuk berolahraga. Bahkan tiga dekade yang lalu, cedera ACL dianggap sebagai pembunuh karir seorang atlet, tapi dengan kemajuan dibidang arthroscopy dan teknik pembedahan yang khusus saat ini, banyak karir atlet yang dapat diselamatkan.

Cedera pada ACL terjadi karena peregangan berlebihan dan bahkan disertai robekan pada urat ACL. ACL itu sendiri merupakan urat yang letaknya ada ditengah lutut yang sebenarnya berfungsi untuk mencegah tulang kering meluncur didepan tulang paha.

Tergantung pada tingkat keparahan dan tingkat aktivitasnya, robeknya urat tersebut bisa sebagian atau lengkap. Cedera berkisar dari ringan, seperti perobekan kecil, hingga parah, seperti ketika urat robek sepenuhnya atau ketika urat dan sebagian dari tulang terpisah dari sisa tulang.

Seberapa seringkah cedera ACL?
Anterior Cruciate Ligament ( ACL ) adalah ligament atau urat didalam sendi lutut yang paling sering cedera. Penelitian di Amerika Serikat sekitar 100.000 sampai 200.000 kasus urat ACL yang putus tiap tahunnya, dengan insiden tahunan 1 dari 3500 populasi, meskipun insiden sebenarnya mungkin lebih tinggi. (Gordon MD, steiner ME. Anterior Cruciate Ligament injuries. In: Orthopaedic Knowledge Update Sport Medicine III, Garrick JG (Ed), American Academy of Orthopeadic Surgeon, Rosemont 2004.p.169)

Cedera ACL cenderung terjadi pada atlet yang berpartisipasi dalam olahraga yang intensitasnya tinggi seperti sepakbola dan bola basket. Namun saat ini, dengan kesadaran berolahraga yang tinggi pada masyarakat secara luas, siapapun bisa mengalaminya.

Apa saja tanda dan gejala cedera ACL?
Tanda dan gejala cedera ACL biasanya diawali dengan terdengar suara keras pada lutut yang cedera. Anda akan merasakan nyeri dan tidak mampu melanjutkan aktifitas. Disertai pembengkakan pada sendi lutut dalam beberapa jam kemudian. Pada akhirnya anda akan kehilangan rentang gerak, artinya anda akan kesulitan untuk menekuk dan meluruskan lutut anda seperti sebelum cedera. Beberapa hari kemudian setelah nyeri berkurang, anda akan menyadari bahwa lutut anda terasa tidak stabil.

Bila anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu seperti yang disebutkan diatas, terutama setelah mengalami cedera pada lutut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter orthopedi anda.

Bagaimana memastikan cedera ACL?
Anda harus berkonsultasi langsung dengan dokter ortopedi. Untuk mendiagnosis cedera, dokter akan memeriksa lutut anda. Pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk menilai secara obyektif semua tanda dan gejala yang anda rasakan. Dokter akan menggerakkan lutut anda dengan banyak posisi untuk menilai berbagai gerakan dan fungsi keseluruhan sendi.

Dokter ortopedi anda mungkin akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang medis seperti Xray, MRI, dan USG

Bagaimana penanganan cedera ACL?
Bila anda curiga terhadap kemungkinan adanya cedera ACL, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan sebagai penanganan pertama  seperti kendalikan pembengkakan dan rasa nyeri dengan mengistirahatkan lutut anda, gunakan kompres dingin, aplikasikan balutan elastic, elevasi tungkai dan konsumsi obat penghilang nyeri seperti acetaminophen dan NSAIDs

Dalam beberapa hari sebaiknya batasi gerakan sendi dengan menggunakan bidai/ splint. Sebaiknya jangan lebih dari seminggu karena akan membuat lutut anda menjadi kaku dan memperburuk keadaan 
Lakukan secepat mungkin latihan khusus untuk mengembalikan kekuatan otot-otot sekitar sendi lutut dan melatih gerakan-gerakan menekuk untuk mengembalikan rentang gerak sendi lutut anda

Pilihan penanganan cedera ACL selanjutnya sangat tergantung pada beberapa hal :
- Seberapa parah cedera ACL anda ( apakah grade I,II atau III)
- Kapan cedera itu terjadi dan seberapa stabil lutut anda
- ada atau tidak bagian dari sendi lutut anda yang juga cedera  selain ACL
- ada atau tidak masalah sendi sebelum anda mengalami cedera
- seberapa aktif anda
- umur dan keadaan kesehatan anda secara umum

Pilihan penanganan cedera ACL pada akhirnya berupa:
- non pembedahan, dengan program fisioterapi
- pembedahan dengan melakukan operasi rekonstruksi ACL, yang saat ini sebagian besar dilakukan secara arthoscopy

Pemilihan terapi yang terbaik pada cedera ACL bersifat individual, dan untuk itu anda sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter ortopedi anda.